×

Ternyata Ini Tujuan Kita Disibukkan Banyak Hal

Kamu sibuk. Setiap hari ada saja yang harus dikerjakan, peran yang harus dipenuhi, tanggung jawab yang tidak bisa ditinggalkan. Tapi pernahkah kamu bertanya, semua kesibukan ini bermuara ke mana?

Bhāgavata Purāṇa 1.2.13 menjawab pertanyaan itu dengan sangat tegas.

ataḥ pumbhir dvija-śreṣṭhā

varṇāśrama-vibhāgaśaḥ

svanuṣṭhitasya dharmasya

saṁsiddhir hari-toṣaṇam 

“Maka dari itu, wahai yang terbaik di antara para dvija, kesempurnaan tertinggi dari setiap kewajiban yang dijalankan seseorang sesuai dengan kedudukan varṇa dan āśrama-nya adalah memuaskan Tuhan Yang Maha Esa, Hari.”

Śrīla Vyāsadeva tidak sedang berbicara kepada orang yang menganggur. Ia berbicara kepada manusia yang sibuk, yang menjalankan peran, yang hidup di dalam sistem. Dan justru kepada mereka inilah ia mengatakan: jangan salah sangka soal tujuan dari semua yang kamu lakukan.

Sistem varṇa dan āśrama bukan tujuan. Ia adalah kerangka. Seorang pelajar belajar, seorang kepala rumah tangga bekerja, seorang pemimpin memerintah, seorang pertapa melepaskan. Semua itu adalah bentuk dharma yang berbeda. Tapi kesempurnaan dari dharma itu, saṁsiddhi-nya, baru tercapai ketika ia mengalirkan kesadaran pelakunya menuju kepuasan Hari.

Ini bukan perintah untuk meninggalkan kesibukan. Ini adalah koreksi arah. Kamu boleh tetap sibuk. Kamu boleh tetap menjalankan semua peranmu. Tapi tanyakan pada dirimu: apakah kesibukanmu membawamu lebih dekat kepada-Nya, atau justru semakin menjauhkan?

Dharma yang paling sempurna bukan yang paling berat, bukan yang paling rumit. Dharma yang paling sempurna adalah yang paling tulus mengarah kepada Hari.

Post Comment