Ada yang aneh dari cara kita hidup hari ini. Kita bangun pagi, membuka notifikasi, mengejar target, tidur larut — dan esoknya diulang lagi. Tapi di suatu titik, diam-diam, muncul pertanyaan yang tidak bisa dibungkam: untuk apa semua ini?
Brahmā — ia yang menciptakan seluruh alam semesta ini — pernah menjawab pertanyaan itu kepada putranya, Nārada. Bukan dengan ceramah panjang. Hanya empat baris.
nārāyaṇa-parā vedā
devā nārāyaṇāṅgajāḥ
nārāyaṇa-parā lokā
nārāyaṇa-parā makhāḥ
“Semua ilmu bermuara pada Tuhan. Para dewa lahir dari Tuhan. Semua alam semesta kembali kepada Tuhan. Semua persembahan ditujukan kepada Tuhan.” — Bhāgavata Purāṇa 2.5.15
Brahmā sedang berkata satu hal dengan sangat jelas: tidak ada satu pun dari semua yang ada di dunia ini yang berdiri sendiri. Ilmu pengetahuan — bermuara pada Tuhan. Alam semesta — kembali kepada Tuhan. Bahkan para dewa sekalipun — lahir dari Tuhan. Semuanya berasal dari satu sumber. Dan semuanya menuju satu tempat yang sama.
Artinya, hidupmu juga demikian.
Kamu bisa mengejar karier, uang, pengakuan, kesenangan — dan semua itu tidak salah. Tapi jika kamu berhenti di sana, kamu sedang berhenti di tengah jalan. Karena semua itu hanyalah bagian dari perjalanan yang jauh lebih besar — perjalanan kembali kepada Tuhan.
Inilah yang membuat banyak orang kelelahan tanpa tahu sebabnya. Bukan karena mereka kurang keras berusaha. Tapi karena mereka mengejar banyak hal, tanpa pernah tahu bahwa semua hal itu sebenarnya hanya satu arah.
Arti hidupmu bukan misteri yang tersembunyi. Ia sudah dinyatakan ribuan tahun lalu oleh Brahmā sendiri — pencipta alam semesta — kepada putranya, dengan tenang dan tanpa keraguan.
Hidup ini punya satu arti. Kembali kepada Tuhan. Dan semua yang kamu jalani hari ini, tanpa kamu sadari, sedang membawamu ke sana.
