Httpswww.canva .com 4 1024x538

Kalau Kamu Jadi Penyembah Tuhan, Pasti Kamu Punya Sifat Ini

Banyak orang mengira penyembah Tuhan itu lemah. Mudah digoyahkan. Terlalu pasrah. Terlalu diam. Tapi justru sebaliknya — ada satu sifat yang tumbuh diam-diam dalam diri seseorang yang benar-benar menyerahkan batinnya kepada Tuhan: ia tidak bisa digoyahkan oleh kata-kata.

Bukan karena sombong. Bukan karena tidak mau mendengar. Tapi karena pikirannya sudah berakar di tempat yang berbeda.

Bhāgavata Purāṇa 3.2.10 menyebutnya dengan sangat tegas:

devasya māyayā spṛṣṭā
ye cānyad asad-āśritāḥ
bhrāmyate dhīr na tad-vākyair
ātmany uptātmano harau

“Mereka yang tersentuh oleh māyā Tuhan dan bersandar pada yang tidak kekal — pikiran mereka terus-menerus tersesat. Kata-kata mereka tidak mampu menggoyahkan kecerdasan orang yang telah menanamkan dirinya sepenuhnya di dalam Hari (Tuhan).”

Perhatikan kata uptātmanaḥ — artinya “yang telah ditanam.” Seperti benih yang sudah berakar jauh ke dalam tanah. Kamu tidak bisa mencabut pohon yang akarnya sudah dalam hanya dengan meniup angin. Dan itulah yang terjadi pada orang yang batinnya sudah tertancap dalam kesadaran akan Tuhan — opini orang lain lewat begitu saja. Provokasi tidak menempel. Cercaan tidak menggerakkan.

Sementara orang yang masih bersandar pada hal-hal fana — popularitas, pengakuan, harta, status — pikirannya terus berguncang. Satu komentar buruk bisa meruntuhkan harinya. Satu penolakan bisa mengubah arahnya. Karena pondasinya bukan Tuhan, melainkan sesuatu yang bisa hilang kapan saja.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *